Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara. Jaringan payudara tersebut terdiri dari kelenjar susu (kelenjar pembuat air susu), saluran kelenjar (saluran air susu), dan jaringan penunjang payudara. Kanker payudara tidak menyerang kulit payudara yang berfungsi sebagai pembungkus. Kanker payudara menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tidak terkendali.
Kanker payudara merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh kaum wanita. Meskipun demikian, berdasarkan penemuan terakhir, kaum pria pun bisa terkena kanker payudara. Dari hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa satu dari delapan wanita terkena kanker payudara. Di Indonesia, kanker payudara merupakan kanker kedua paling banyak diderita kaum wanita setelah kanker mulut/leher rahim. Kanker payudara umumnya menyerang wanita yang telah berumur lebih dari 40 tahun. Namun demikian, wanita muda pun bisa terserang kanker ini.
A. FAKTOR RISIKO KANKER PAYUDARA
Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Namun, faktor risiko sebagai pemicu timbulnya kanker payudara antara lain sebagai berikut.
a) Konsumsi makanan berlemak dan berprotein tinggi, tetapi rendah serat terlalu banyak. Makanan seperti itu mengandung zat karsinogen yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.
b) Hormon tertentu digunakan secara berlebihan, seperti hormon penambah gairah seksual.
c) Pil kontrasepsi digunakan pada usia muda. Penelitian membuktikan bahwa wanita usia dini (remaja) yang memakai alat kontrasepsi oral (pil) sangat tinggi risikonya terserang kanker payudara.
d) Terapi radiasi pada daerah sekitar dada dan payudara pernah dilakukan.
e) Kontaminasi senyawa kimia berlebihan, baik langsung maupun tidak langsung. Wanita yang merokok memiliki risiko paling besar terserang kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.
f) Wanita bekerja pada malam hari. Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchison Cancer di Seatle, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa wanita yang bekerja pada malam hari mempunyai peluang 60% terkena kanker payudara. Cahaya lampu yang kusam pada malam hari dapat menekan produksi melatonin noctural pada otak sehingga hormon estrogen yang diproduksi oleh ovarium meningkat. Padahal, diketahui melatonin dapat menekan pertumbuhan sel kanker payudara.
g) Wanita mengalami masa menopause setelah umur 50 tahun.
h) Wanita tidak pernah melahirkan anak
i) Wanita melahirkan anak setelah umur 35 tahun.
j) Wanita tidak pernah menyusui.
k) Anggota keluarga pernah terkena kanker payudara.
l) Wanita terlalu cepat mendapat menstruasi pertama, yaitu kurang dari umur 10 tahun.
m) Wanita terlalu banyak mengonsumsi alkohol.
B. GEJALA KANKER PAYUDARA
Selama ini yang terjadi pada penderita adalah baru diketahui bahwa dirinya terserang kanker payudara setelah timbul rasa nyeri atau sakit pada payudara atau setelah benjolan tumbuh semakin membesar pada jaringan payudaranya. Penderita yang mengalami kondisi seperti itu sebenarnya sudah terserang kanker payudara stadium lanjut. Keterlambatan tersebut tentu akan mempersulit penyembuhan. Padahal, akan lebih mudah penyembuhannya jika serangan kanker payudara dapat diketahui secara dini.
Penderita yang terkena kanker payudara stadium awal atau dini tidak merasakan adanya nyeri atau sakit pada payudaranya. Namun demikian, jika payudara diraba, ada benjolan yang tumbuh di dalamnya. Besar-kecilnya benjolan yang tumbuh tersebut sangat bervariasi, tergantung seberapa cepat penderita bisa mendeteksinya. Setelah melewati stadium dini atau memasuki stadium lanjut, gejala serangan kanker payudara semakin banyak seperti berikut
a) Timbul rasa sakit atau nyeri pada payudara.
b) Semakin lama benjolan yang tumbuh semakin membesar.
c) Payudara mengalami perubahan bentuk dan ukuran karena mulai timbul pembengkakan.
d) Mulai timbul luka pada payudara dan puting susu seperti koreng atau eksim.
e) Kulit payudara menjadi berkerut mirip kulit jeruk.
f) Terkadang keluar cairan atau darah berwarna merah kehitam-hitaman dari puting susu.
C. PEMERIKSAAN SECARA DINI
Kemungkinan timbulnya benjolan pada payudara sebenarnya dapat diketahui secara cepat dengan pemeriksaan sendiri. Istilah ini disebut dengan SADARI, yaitu pemeriksaan payudara sendiri. Sebaiknya pemeriksaan sendiri ini dilakukan secara berkala, yaitu satu bulan sekali. Ini dimaksudkan agar yang bersangkutan dapat mengantisipasi secara cepat jika ditemukan benjolan pada payudara. Cara pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri adalah sebagai berikut.
Posisi berdiri
a) Pada tahap awal, lepas semua pakaian atas, lalu berdiri di depan cermin dengan posisi kedua tangan lurus ke bawah. Perhatikan seluruh bagian kedua payudara dengan saksama.
b) Pastikan ada tidaknya perubahan yang tampak, baik bentuk maupun ukuran payudara. Hanya wanita bersangkutan yang lebih memahami jika ada perubahan bentuk maupun ukuran pada payudaranya.
c) Angkat kedua tangan ke atas hingga lurus. Perhatikan kembali seluruh bagian payudara. Pastikan ada tidaknya perubahan yang tampak, seperti adanya tarikan di sekitar payudara atau adanya kerutan di kulit payudara.
d) Pada kondisi berdiri sempurna dengan tangan lurus di samping badan, pijat atau tekan secara perlahan-lahan payudara sebelah sebelah kiri tepat di sekitar puting susu dengan tangan kanan, sedangkan payudara sebelah kanan dengan tangan kiri. Pastikan ada tidaknya cairan (bukan air susu) yang keluar dari puting susu.
Posisi berbaring
a) Letakkan bantal di bawah bahu atau di bawah punggung untuk mempermudah pemeriksaan.
b) Letakkan tangan kanan di bawah kepala dan tangan kiri meraba sambil menekan perlahan-lahan payudara sebelah kanan. Begitu pula sebaliknya, letakkan tangan kiri di bawah kepala dan periksa payudara sebelah kiri dengan tangan kanan.
c) Lakukan perabaan dengan gerakan memutar disertai tekanan secara perlahan-lahan. Gunakan tiga Ujung jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis untuk meraba.
Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya benjolan di sekitar payudara, sebaiknya sesegera mungkin dikonsultasikan ke dokter. Hal ini perlu dilakukan karena tidak semua benjolan yang timbul di sekitar payudara adalah kanker. Semakin cepat dikonsultasikan ke dokter semakin cepat pula bisa dipastikan benjolan tersebut kanker atau bukan. Selain itu, semakin cepat pula bisa dilakukan pengobatan.
Selain SADARI, pemeriksaan payudara juga dapat dilakukan dengan cara biopsi, CT scan, inframerah (infrared), sinar x (mammografi), dan ultrasonografi (USG). Namun, cara ini membutuhkan biaya sehingga bagi wanita yang tidak mampu tentu agak sulit melakukannya. Memang benar, pemeriksaan payudara sendiri merupakan cara yang paling praktis dan murah dalam mendeteksi kemungkinan adanya kanker pada payudara.
D. RAMUAN DAN CARA PENGGUNAAN
1. Bahan ramuan
Ramuan 1. Untuk penderita kanker payudara stadium dini sampai menengah (I—III)
• Benalu teh 10 gram
• Rumput mutiara 5 gram
• Waru landak 5 gram
• Keladi tikus 3 gram
Ramuan 2. Untuk penderita kanker payudara stadium lanjut (IV)
• Benalu teh 15 gram
• Rumput mutiara 5 gram
• Waru landak 5 gram
• Keladi tikus 3 gram
• Kunyit putih 6 gram (dikonsumsi sendiri)
Ramuan 3. Untuk pencegahan dan pengobatan kanker payudara
• Jombang 5 gram
• Rumput mutiara 5 gram
• Waru landak 5 gram
• Keladi tikus 3 gram
2. Cara meramu setiap ramuan
a. Bubukan
• Campur semua bahan menjadi satu, kecuali kunyit putih (ramuan 2).
• Tambahkan air mendidih sebanyak dua gelas.
• Aduk hingga rata.
• Diamkan sebentar hingga ramuan siap diminum.
• Khusus kunyit putih, ramu dalam satu gelas berisi air mendidih, lalu diamkan.
b. Bahan segar
• Cuci semua bahan hingga bersih.
• Siapkan tempat rebusan yang terbuat dari bahan tembikar (kuali).
• Masukkan semua bahan yang sudah dicuci ke dalam kuali.
• Tambahkan 3-4 gelas air.
• Rebus hingga menyisakan air rebusan kira-kira dua gelas. 6) Dinginkan sebentar dan masukkan dalam gelas jika akan diminum.
3. Cara menggunakan ramuan
• Ramuan diminum sebanyak dua kali sehari, yaitu satu gelas pada pagi hari saat bangun tidur dan satu gelas pada malam hari sebelum tidur.
• Jika tidak suka rasa pahit, dapat ditambahkan madu ash atau gula aren asli secukupnya.
• Ramuan kunyit putih diminum setelah ramuan utama diminum.

About salingtahu

I'm a Designer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s