Tren busana pria tahun 2012 tampaknya banyak dipengaruhi gaya pakaian era 1960-an hingga akhir abad ke-19. Potongan slim yang didominasi warna-warna gelap juga bakal menyemarakkan dunia busana pada tahun ini. Dalam acara Milan Menswear Fashion Week Autumn/Winter 2012 yang berlangsung pada 14 sampai 17 Januari 2012, sejumlah perancang menampilkan hasil karya mereka.

Beberapa di antara mereka menyuguhkan busana bergaya abad ke-19 dengan beberapa tema, di antaranya tuan-tuan kaya yang ada di kota-kota tua, tingkah polah sixties rockstars, perwira militer, dan pahlawan olah raga di sekolah. Sementara, gaya berpakaian ala tahun 1960-an ditampilkan dalam gambaran seorang laki-laki pesolek yang sangat memperhatikan penampilannya.

Untuk mendukung aneka koleksi busana pria itu, dipilih kulit sebagai bahan bakunya. Salah seorang perancang, Christopher Bailey pada kesempatan itu menampilkan busana dengan gaya busana klasik para pria Inggris, tepatnya dari Kota Yorkhsire. Desain tersebut pas dipadukan dengan topi datar dan jaket berlapis. “Saya ingin desain yang terkesan tradisional tetapi juga seksi,” kata Bailey yang juga menjadi kepala perancang label busana Burberry.

Label lainnya, Prada bahkan menggaet sejumlah aktor terkenal untuk turut memeragakan busana dengan maksud memperkuat karakter busana. Beberapa aktor itu antara lain, Adrien Brody, Gary Oldman, Tim Roth, dan Williem Dafoe. Miuccia Prada, perancang Prada menggambarkan kekuasaan sebagai sifat khas laki-laki dalam desainnya.

“Riasan dan pakaian yang elegan akan menjadi instrumen kekuasaan. Pakaian dan keanggunan memancarkan aura kekuasaan,” kata Prada.

Tidak kalah kreatif dari Prada, Dolce & Gabbana menyuguhkan koleksi jas hitam berwarna abu-abu yang bisa menjadi nostalgia masa lalu. Desain ditampilkan dalam bentuk mantel panjang dan jubah berkontur dengan disepuh emas kemerahan. Rancangan tersebut menjadikan busana tidak tampak suram. Sementara, sisi maskulin ditampilkan melalui desain-desain jaket yang memperlihatkan bentuk tubuh langsing serta beberapa lencana militer.

Sementara itu, rumah mode Trussardi mencoba menggambarkan kenakalan laki-laki dalam desainnya. Trussardi menggambarkannya dengan pakaian menyala. Model yang memeragakan busana itu berlenggak lenggok sembari membawa botol sampanye.

Menurut Jackie Stewart, perancang Trussardi, ide sampanye itu terinspirasi dari sampanye swilling yang menggambarkan anak nakal sambil tertawa lebar. Dilihat dari potongannya, busana itu memiliki potongan kuat meskipun dalam penjahitannya tidak terlalu vintage. Blazer ditampilkan dengan saku berlapis berbahan kulit ditambah dengan jahitan geometris.

Koleksi lain disuguhkan rumah mode Canali. Kali itu Canali mengeluarkan koleksi konservatif dengan potongan jas rapi. Canali tampaknya ingin menunjukkan bahwa Inggris terkenal memiliki jahitan jas yang sempurna. Jahitan yang pas membentuk tubuh menampilkan garis elegan. Jas-jas Canali sangat serasi ketika dipadukan dengan sepatu pantofel berwarna hitam.

Kesan kontemporer juga muncul saat jas tidak hanya ditampilkan dengan menggunakan dasi, tetapi dengan lilitan syal di leher. Agar tampilan tampak lebih muda, jas tersebut bisa dipadukan dengan potongan celana setinggi mata kaki. dini daniswari

About salingtahu

I'm a Designer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s